SISTEM PAKAR BERBASIS WEB UNTUK MENDIAGNOSIS PENYAKIT DALAM PADA MANUSIA

NAMA : LISA ERVINA ( 16114102 )

               TRINADA WILLYA CITRA ( 1A114872)

KELAS : 3KA01

 

Sistem pakar berbasis web untuk mendiagnosis penyakit dalam pada manusia ini menggunakan metode penelitian foward chaining dan backward chaining. Untuk metode representasi menggunakan kaidah produksi yang merepresentasikan tentang jenis jenis, gejala, dan pengobatan penyakit.

Alur sistem pakar ini di gambarkan dalam flowchart seperti berikut:

flowchart

Data – data yang menjadi input bagi sistem ini adalah data gejala penyakit sedangkan data data yang menjadi output adalah data penyakit dan data pengobatan. Dilihat dari alur sistem pakar,yang pertama dilakukan ketika user memulai untuk menggunakan sistem pakar ini adalah user menginput gejala – gejala, kemudian data gejala yang sudah di input di proses pada kaidah berbasis aturan. Kaidah berbasis aturan ini berdasarkan jurnal berupa tabel aturan gejala. Jadi gejala – gejala yang telah di input akan di proses dengan melihat tabel aturan gejala nya. Jika data yang dinputkan user tidak sesuai dengan kaidah nya maka user akan kembali pada menginputkan data – data gejala. Sebaliknya, jika data yang diinputkan user sesuai dengan kaidah nya maka data – data tersebut masuk kedalam sebuah database, lalu diproses sesuai dengan tabel aturan penyakit dan tabel aturan pengobatan sehingga menjadi sebuah diagnosis. Terakhir, akan muncul output berupa hasil diagnosis dan terapi. Dengan muncul nya output hasil diagnosis dan terapi maka alur proses sistem ini berhenti.

Berikut merupakan tabel aturan gejala, tabel aturan penyakit, dan tabel aturan pengobatan.

1.jpg

2.jpg

3

Advertisements

REVIEW SISTEM PAKAR: DIAGNOSIS PENYAKIT UNGGAS DENGAN METODE CERTAINTY FACTOR

1.    Bidang yang sedang dikembangkan
Seiring berkembangnya teknologi di bidang informasi  yang semakin maju dan pesat, kini muncul sistem pakar yang merupakan cabang dari kecerdasan buatan di bidang ilmu komputer. Salah satu pengaplikasian sistem yang terkomputerisasi dalam bidang teknologi informasi yaitu website sistem pakar diagnosis penyakit pada unggas dengan menggunakan metode certainty factor.
Sistem pakar ini berdiri dibidang kesehatan yang berhubungan dengan diagnosis suatu penyakit terhadap unggas. Perangkat lunak yang dihasilkan dapat melakukan perhitungan jenis-jenis penyakit yang sedang dihadapi beserta solusinya.

2.    Permasalahan
Penyakit merupakan salah satu risiko yang tinggi yang harus dihadapi oleh para pengusaha peternakan. Proses untuk mengenali dengan cepat,tepat dan akurat sangatlah sulit karena gejala yang ditimbulkan umumnya mirip. Jenis penyakit unggas bisa dapat disebabkan oleh virus ataupun bakteri, ini menyebabkan para peternak mengalami kesulitan dalam mendiagnosa penyakit pada unggas. Oleh karena itu, para peternak sering mengalami terjadinya  kesalahan dalam memberikan solusi terhadap unggas yang sudah terserang penyakit.
Hewan unggus seperti ayam adalah salah satu contoh unggas yang sangat menguntungkan untuk dijadikan suatu usaha. Karena ayam, baik telur dan dagingnya dapat dimanfatkan yang mana konsumen nya meningkat setiap hari untuk digunakan sebagai lauk pauk yang dikonsumsi masyarakat kita setiap harinya.
Dan belakangan ini sedang maraknya  flu burung ataupun wabah penyakit terhadap ternak unggas, sehingga sangatlah merugikan para pengusaha peternakan. Sebagian besar unggas yang terserang penyakit harus dimusnahkan agar tidak membahayakan unggas lainnya maupun manusia disekitar unggas itu berada.

3.    Solusi
Solusi yang dapat dilakukan bagi pengusaha peternakan unggas tidak lagi memerlukan seorang konsultan ataupun para ahli yang mampu mendiagnosa penyakit pada unggas. Dengan adanya sistem pakar diagnosis penyakit unggas dengan metode certainty factor para pengusaha peternak dapat mendiagnosis penyakit yang menyerang hewan ternaknya dengan cepat,tepat dan akurat.
Ada 3 bagian utama dalam sistem pakar, yaitu knowledge base, inference engine, dan user interface. Knowledge base atau yang sering dikenal dengan basis pengetahuan adalah tempat penyimpanan informasi yang aktul. Pada bagian knowledge base ini dapat berupa struktur data yang tersimpan dalam bentuk tabel yang saling berhubungan datanya dengan gejala dan penyebab penyakit pada hewan unggas yang telah disimpan.
Sedangkan inference engine atau mesin inferensi adalah otak dari sistem pakar. Inference engine merupakan proses penalaran untuk pencarian solusi dan kesimpulan yang datanya dikirim oleh user dan faktanya tersimpan pada knowledge base. Pada bagian ini, biasanya berupa IF THEN ELSE untuk mencari sebab dan menemukan hasil.
Yang terakhir ada user interface atau antarmuka pengguna, yaitu cara user/pengguna berkomunikasi dengan program. Disini user disajikan suatu layar menu sebagai alat komunikasi.

4.    Kontribusi/ manfaat
Kontribusi sistem pakar ini dalam kehidupan sehari-hari sangat banyak maanfatnya. Contohnya memperkecil adanya kesalahan dalam pengambilan keputusan tentang jenis penyakit pada unggas. Dengan ini para peternak mampu melakukan diagnosis dengan cepat,tepat dan akurat terhadap gejala penyakit yang ditimbulkan dan diharapkan mampu membantu para peternak dalam mengantisipasi kerugian yang ada akibat serangan penyakit terhadap hewan ternaknya.
Manfaat lainnya yaitu memberikan pandangan serta langkah dalam mengambil keputusan tentang jenis penyakit.

5.    Critical thinking

a.    Bad/ Kekurangan
Pada sistem pakar ini masih perlu adanya sistem maintance web yang dapat diakses oleh para pengusaha peternakan.

b.    Good/ Kelebihan
Adapun kelebihan yang ada pada sistem ini yaitu sebagai alternative pendukung keputusan dalam mendiagnosa penyakit pada unggas. Selain itu, pada sistem pakar ini kita mendapatkan hasil yang cepat,tepat dan akurat dari perhitungan bobot untuk kesimpulan diagnosis yang dihasilkan.
Kelebihan yang dapat kita lihat lainnya yaitu sistem pakar ini dapat mengurangi jumlah unggas yang mati karena penyakit.

6.    Sumber
Sistem pakar diagnosis penyakit unggas dengan metode certainty factor oleh Siti Rohajawati dan Rina Supriyati.

BAB 4: ANALISIS PENDAPATAN NASIONAL, ANGKA PENGGANDA, UANG & BANK

Analisis pendapatan nasional dengan perekonomian tertutup sederhana dua sektor

 

Pengertian Pendapatan Nasional

Pendapatan nasional dapat didefinisikan tiga cara, yaitu:

– Nilai seluruh produk ( barang dan jasa) yang diproduksi dalam suatu Negara selama satu periode tertentu.

– Jumlah pendapatan yang diterima oleh seluruh factor produksi dalam suatu Negara selama satu periode tertentu.

– Jumlah pengeluaran untuk membeli barang dan jasa yang diproduksi dalam suatu Negara selama satu periode tertentu.

 

Pendapatan Nasional dengan Perekonomian Tertutup Sederhana Dua Sektor

Pendapatan Nasional dengan Perekonomian Tertutup Sederhana Dua Sektor adalah Produk Nasional Neto dikurangi pajak tak langsung ditambah subsidi . Jumlah inilah yang diterima faktor produksi yang dimiliki penduduk suatu negara . Pendapatan Nasional dengan Perekonomian Tertutup Sederhana Dua Sektor merupakan penjumlahan dari lima hal , yaitu

  1. Upah atau gaji yang diterima buruh atau karyawan
  2. Pendapatan dari seseorang yang melakukan bisnis individu (bukan perusahaan)
  3. Keuntungan perusahaan
  4. Pendapatan bunga selisih dari perusahaan
  5. Pendapatan sewa

 

Model anlalisis dengan variabel investasi dan tabungan

Model Analisis dengan variabel investasi tabungan adalah pengeluaran yang akan digunakan untuk memproduksi barang dan jasa yang lebih banyak lagi , atau dengan kata lain merupakan pengeluaran yang ditambahkan kepada komponen-komponen barang modal .

Tujuan dari pelaksanaan model analisis dengan variabel investasi tabungan ini adalah mencari keuntungan di kemudian hari melalui pengoperasiaan mesin dan pabrik .

Analisis keuangan pemerintah biasanya mencakup 4 aspek sebagai berikut, yaitu :

  1. Operasi keuangan pemerintah dalam hubungan dengan defisit / surplus anggaran dan sumber-sumber pembiayaannya;
  2. Dampak operasi keuangan pemerintah terhadap kegiatan sektor riil melalui pengaruhnya terhadap Pengeluaran Konsumsi dan Pembentukan Modal Tetap Domestik Bruto (PMTDB) pemerintah;
  3. Dampak rupiah operasi keuangan pemerintah atau pengaruh operasi keuangan pemerintah terhadap ekspansi bersih pada jumlah uang yang beredar;
  4. Dampak Valuta Asing operasi keuangan pemerintah atau pengaruh operasi keuangan pemerintah terhadap aliran devisa masuk bersih.

 

Hubungan antara pertumbuhan ekonomi, inflsi dan pengangguran
Salah Satu masalah jangka pendek dalam ekonomi yaitu inflasi, pengangguran dan neraca pembayaran.
Inflasi (inflation) adalah gejala yang menunjukkan kenaikan tingkat harga umum yang berlangsung terus menerus.

Ada tiga jenis inflasi yaitu:
1) inflasi tarikan permintaan (demand-pull inflation)

2) inflasi desakan biaya (cost-push inflation)

3) inflasi karena pengaruh impor (imported inflation).

Tingkat inflasi yang terjadi dalam suatu negara merupakan salah satu ukuran untuk mengukur baik buruknya masalah ekonomi yang dihadapi suatu negara. Bagi negara yang perekonomiannya baik, tingkat inflasi yang terjadi berkisar antara 2 sampai 4 persen per tahun.
Tingkat inflasi yang berkisar antara 2 sampai 4 persen dikatakan tingkat inflasi yang rendah. Selanjut tingkat inflasi yang berkisar antara 7 sampai 10 persen dikatakan inflasi yang tinggi.

 

Pengertian uang

Uang merupakan alat tukar dan alat pembayaran yang sah. pada masa-masa sebelumnya, pembayaran dilakukan dengan cara barter, yaitu barang ditukar dengan barang secara langsung.
 

Teori nilai uang & Motif Memegang Uang

Teori uang terdiri atas dua teori, yaitu teori uang statis dan teori uang dinamis.

1.Teori uang statis
Teori Uang Statis atau disebut juga “teori kualitatif statis” bertujuan untuk menjawab pertanyaan: apakah sebenarnya uang? Dan mengapa uang itu ada harganya? Mengapa uang itu sampai beredar?
Yang termasuk teori uang statis adalah:
• Teori Metalisme (Intrinsik) oleh KMAPP
Uang bersifat seperti barang, nilainya tidak dibuat-buat, melainkan sama dengan nilai logam yang dijadikan uang itu, contoh: uang emas dan uang perak.
• Teori Konvensi (Perjanjian) oleh Devanzati dan Montanari
Teori ini menyatakan bahwa uang dibentuk atas dasar pemufakatan masyarakat untuk mempermudah pertukaran.
• Teori Nominalisme
Uang diterima berdasarkan nilai daya belinya.
• Teori Negara
Asal mula uang karena negara, apabila negara menetapkan apa yang menjadi alat tukar dan alat bayar maka timbullah uang. Jadi uang bernilai karena adanya kepastian dari negara berupa undang-undang pembayaran yang disahkan.

2.Teori uang dinamis
• Teori Kuantitas dari David Ricardo
Teori ini menyatakan bahwa kuat atau lemahnya nilai uang sangat tergantung pada jumlah uang yang beredar. Apabila jumlah uang berubah menjadi dua kali lipat, maka nilai uang akan menurun menjadi setengah dari semula, dan juga sebaliknya.
• Teori Kuantitas dari Irving Fisher
Teori yang telah dikemukakan David Ricardo disempurnakan lagi oleh Irving Fisher dengan memasukan unsur kecepatan peredaran uang, barang dan jasa sebagai faktor yang mempengaruhi nilai uang.
• Teori Persediaan Kas
Teori ini dilihat dari jumlah uang yang tidak dibelikan barang-barang.
• Teori Ongkos Produksi
Teori ini menyatakan nilai uang dalam peredaran yang berasal dari logam dan uang itu dapat dipandang sebagai barang.

Motif Memegang Uang
Manusia memiliki alasan masing-masing dalam memegang uang / duit dalam kehidupan sehari-hari sehingga mereka mau memiliki dan menyimpan uang di rumah, di bank, di dompet, di celengan, dan lain sebagainya.
1. Untuk kebutuhan Transaksi
2. Untuk Berjaga-Jaga
3. Untuk Mendapatkan Keuntungan / Berinvestasi
 

Bank sentral & Bank Umum

-Bank Sentral
Bank sentral adalah bank yang didirikan berdasarkan Undang-undang nomor 13 tahun 1968 yang memiliki tugas untuk mengatur peredaran uang, mengatur pengerahan dana-dana, mengatur perbankan, mengatur perkreditan, menjaga stabilitas mata uang, mengajukan pencetakan / penambahan mata uang rupiah dan lain sebagainya. Bank sentral hanya ada satu sebagai pusat dari seluruh bank yang ada di Indonesia.

-Bank Umum
Bank umum adalah lembaga keuangan uang menawarkan berbagai layanan produk dan jasa kepada masyarakat dengan fungsi seperti menghimpun dana secara langsung dari masyarakat dalam berbagai bentuk, memberi kredit pinjaman kepada masyarakat yang membutuhkan, jual beli valuta asing / valas, menjual jasa asuransi, jasa giro, jasa cek, menerima penitipan barang berharga, dan lain sebagainya.
 

Kebijakan Moneter

Kebijakan moneter dapat dilakukan dengan menjalankan instrumen kebijakan moneter, yaitu antara lain :

1. Operasi Pasar Terbuka (Open Market Operation) Operasi pasar terbuka adalah cara mengendalikan uang yang beredar dengan menjual atau membeli surat berharga pemerintah (government securities). Jika ingin menambah jumlah uang beredar, pemerintah akan membeli surat berharga pemerintah.
2. Fasilitas Diskonto (Discount Rate) Fasilitas diskonto adalah pengaturan jumlah duit yang beredar dengan memainkan tingkat bunga bank sentral pada bank umum.
3. Rasio Cadangan Wajib (Reserve Requirement Ratio) Rasio cadangan wajib adalah mengatur jumlah uang yang beredar dengan memainkan jumlah dana cadangan perbankan yang harus disimpan pada pemerintah.
4. Himbauan Moral (Moral Persuasion) Himbauan moral adalah kebijakan moneter untuk mengatur jumlah uang beredar dengan jalan memberi imbauan kepada pelaku ekonomi.

http://dhwie85.blogspot.co.id/2012/06/analisis-pendapatan-nasional-dengan.html

http://ahmadot.blogspot.co.id/2011/05/pengertian-teori-uang-dan-motif.html

BAB 3: PASAR & PENDAPATAN NASIONAL

JENIS-JENIS PASAR

1. Pasar Persaingan Sempurna

Dalam pasar persaingan sempurna terdapat banyak penjual atau pembeli yang sama-sama telah mengetahui keadaan pasar. Barang yang diperjualbelikan dalam pasar persaingan sempurna homogen (sejenis). Selain itu, baik penjual ataupun pembeli tidak bebas menentukan harga, karena harga ditentukan oleh kekuatan pasar. Pasar persaingan sempurna adalah keadaan di mana penjual dan pembeli tidak dapat mempengaruhi harga. Harga yang telah terbentuk merupakan hasil dari mekanisme pasar berdasarkan jumlah permintaan dan penawaran.

Cirri-ciri pasar sempurna:

  • Jumlah penjual dan pembeli yang banyak
  • Produk yang di perdagangkan sama atau bisa di bilang homogen.
  • Pemerintah tidak ikut campur tangan dalam proses pembentukan harga.

 

2. Pasar Monopoli

Pasar monopoli adalah suatu bentuk atau jenis pasar yang hanya terdapat satu kekuatan atau satu penjual atau satu perusahaan yang menguasai seluruh penawarannya. Pada pasar ini tidak ada pihak lain yang dapat menyainginya, sehingga menjadi pure monopoly atau monopoli murni.

Ciri-Ciri Pasar Monopoli :

  • Di dalam pasar monopoli hanya terdapat satu penjual.
  • Jenis barang yang diproduksi atau dijual tidak ada barang penggantinya, nosubstituties yang mirip.
  • Adanya hambatan atau rintangan atau barriers bagi perusahaan baru yang akan masuk ke dalam pasar monopoli.
  • Pelaku pasar monopoli dapat menentukan harga barang sesuai keinginannya.
  • Sifat monopolinya menyebabkan Perusahaan tidak memerlukan promosi atau iklan dalam memasarkan produknya.

 

3. Pasar Monopolistik

Dalam pasar monopolistik terdapat banyak penjual dan pembeli. Penjual bisa melakukan monopoli karena keistimewaan produk masing-masing. Pembeli bebas menentukan pilihannya dalam berbelanja. Jadi, pasar ini ada unsur persaingan dan monopoli.

Cirri –ciri dari pasar monopolistik:

  • Terdapat banyak penjual/produsen yang berkecimpung di pasar.
  • Barang yang diperjual-belikan merupakan differentiated product.
  • Para penjual memiliki kekuatan monopoli atas barang produknya sendiri.
  • Untuk memenangkan persaingan setiap penjual aktif melakukan promosi/iklan.
  • Keluar masuk pasar barang/produk relatif lebih mudah.

 

4. Pasar Oligopoli

Pasar oligopoli adalah pasar yang hanya ada beberapa penjual. Istilah beberapa penjual iniumlah penjual tidak terlalu banyak sehingga pengaruh penjual sangat kecil, dan tidak ada penjual yang berkuasa segala-galanya.

Ciri-ciri:

  • Terdapat beberapa penjual/produsen yang menguasai pasar.
  • Terdapat hambatan masuk yang cukup kuat bagi perusahaan di luar pasar untuk
    masuk ke dalam pasar
  • Barang yang diperjual-belikan dapat homogen dan dapat pula berbeda corak

 

PENGERTIAN DAN KONSEP PENDAPATAN NASIONAL

Perputaran Roda Perekonomian

Pertumbuhan Ekonomi dalam sebuah negara biasanya dihitung berdasarkan pertumbuhan ril dari GDP negara tersebut. Yakni seberapa besar GDP negara bertambah secara ril dari tahun ke tahun. Pertumbuhan ini dihitung dengan cara membagi nilai dari output suatu sektor ekonomi pada tahun dengan nilai output sektor tersebut dan dikali 100% kemudian dikurangi 100. Bila GDP mengalami pertubuhan yang tinggi berarti pendapatan masyarakat mengalami pertumbuhan yang tinggi. GDP Indonesia menurut lapangan usaha berdasarkan harga yang berlaku dan harga konstan.

Pengeluaran Agregat (Aggregate Spending)

Seperti diterangkan diatas bahwa GDP dapat dihitung dari sisi pengeluaran aggregate (Aggregate Spending) pelaku ekonomi dalam suatu negara. Pengeluaran aggreaget ini sama dengan Permintaan Agregat karena konsekuensi dari permintaan adalah adanya pengeluaran oleh rumah tangga, investor, pemerintah dan eksportir untuk membeli barang dan jasa. Pengeluaran Aggregate dapat dikelompokkan atas empat komponen, yaitu :

  • pengeluaran konsumsi rumah tangga
  • pengeluaran invesatasi oleh pengusaha
  • pengeluaran pemerintah
  • permintaan luar negeri

 

Metode Penghitungan Pendapatan Nasional

Metode Produksi

Pendapatan nasional merupakan penjumlahan dari seluruh nilai barang dan jasa yang dihasilkan oleh seluruh sector ekonomi masyarakat dalam periode tertentu
Y = [(Q1 X P1) + (Q2 X P2) + (Qn X Pn) ……]

Metode Pendapatan

Pendapatan nasional merupakan hasil penjumlahan dari seluruh penerimaan(rent, wage, interest, profit) yang diterima oleh pemilik factor produksi adalam suatu negara selama satu periode.
Y = r + w + i + p

Metode Pengeluaran

Pendapatan nasional merupakan penjumlahan dari seluruh pengeluaran yang dilakukan oleh seluruh rumah tangga ekonomi (RTK,RTP,RTG,RT Luar Negeri) dalam suatu Negara selama satu tahun.
Y = C + I + G + (X – M)

 

http://mrouuf.blogspot.co.id/2016/01/jenis-jenis-pasar-dan-konsep-pendapatan.html

 

BAB 2: PRODUSEN, PRODUKSI, LEAST COST COMBINATION, ONGKOS, PENERIMAAN & KEUNTUNGAN

Definisi Produsen

Produsen adalah Badan yang membuat suatu yang baik melalui sebuah proses yang melihatkan bahan baku, komponen,atau rakitan,biasanya ada besar besaran dengan berbagai operasi yang berbeda dibagi antara pekerja.

Definisi Produksi

Produksi adalah Proses dan metode yang digunakan dalam transformasiyang nyata input ( bahan baku , setengah jadi barang , atau subassemblies ) dan tidak berwujud masukan ( ide ,informasi , tahu bagaimana ) menjadi barang atau jasa, merupakan suatu kegiatan yang dikerjakan untuk menambah nilai guna suatu benda atau menciptakan benda baru sehingga lebih bermanfaat dalam memenuhi kebutuhan.

Fungsi Produksi

Fungsi produksi merupakan interaksi antara masukan (input) dengan keluaran (output). Misalkan kita memproduksi jeans. Dalam fungsi produksi, jeans itu bisa diproduksi dengan berbagai macam cara. Kalau salah satu komposisinya diubah begitu saja, maka hasilnya juga akan berubah. Namun, output dapat tetap sama bila perubahan satu komposisi diganti dengan komposisi yang lain. Misalnya penurunan jumlah mesin diganti dengan penambahan tenaga kerja. Secara matematis, fungsi produksi dapat ditulis sebagai berikut :

Q = f(L, R, C, T)

Dimana :

Q = jumlah barang yang dihasilkan (quantity)

F = symbol persamaan (function)

L = tenaga kerja (labour)

R = kekayaan alam (resources)

C = modal (capital)

T = teknologi (technology)

 

Produksi Optimal

Konsep efisiensi dari aspek ekonomis dinamakan konsep efisiensi ekonomis atau efisiensi harga. Dalam teori ekonomi produksi, pada umumnya menggunakan konsep ini. Dipandang dari konsep efisiensi ekonomis, pemakaian faktor produksi dikatakan efisien apabila ia dapat menghasilkan keuntungan maksimum. Untuk menentukan tingkat produksi optimum menurut konsep efisiensi ekonomis, tidak cukup hanya dengan mengetahui fungsi produksi. Ada syarat lagi yang harus diketahui, rasio harga harga input-output. Secara matematis, syarat tersebut adalah sebagai berikut. Keuntungan (p) dapat ditulis :

p = PY.Y -Px.X,

di mana :

Y = jumlah produk;

PY = harga produk;

X = faktor produksi;

Px = harga factor produksi.

Least cost combination

Persoalan least cost combination adalah menentukan kombinasi input mana yang memerlukan biaya terendah apabila jumlah produksi yang ingin dihasilkan telah ditentukan.Dalam hal ini pengusaha masih dapat menghemat biaya untuk menghasilkan produk tertentu selama nilai input yang digantikan atau disubstitusi masih lebih besar dari nilai input yang menggantikan atau yang mensubstitusi. Jadi, selama DX2.P2 > DX1.P1 maka penggantian DX2 oleh DX1 masih menguntungkan.

Macam-macam Ongkos dan Kurva Ongkos

Ongkos adalah kurva yang menunjukkan saling berhubungan antara jumlah ongkos produksi dengan tingkat output yang dihasilkan. Sedangkan yang dimaksud dengan ongkos produksi adalah semua pengeluaran yang dilakukan oleh perusahaan untuk memperoleh faktor-faktor produlsi yang gunanya untuk memproduksi output atau pengeluaran.

Macam-macam ongkos diantaranya sebagai berikut :

1)      Total Fixed Cost (Onkos Total Tetap)

Total Fixed Cost atau yang disebut juga ongkos total tetap adalah jumlah ongkos yang tetap dan yang tidak dipengaruhi oleh tingkat produksi. Sebagai contohnya adalah sewa, penyusutan  dan sebagainya.

2)       Total Variabel Cost (Ongkos Variabel Total)

Total Variabel Cost atau bisa juga disebut ongkos variabel total adalah jumlah ongkos yang dibayarkan yang besarnya berubah menurut tingkah yang dihasilkan. Sebagai contohnya adalah tenaga kerja, ongkos bahan mentah dan sebagainya.

3)      Total Cost (Ongkos Total)

Total Cost atau yang lebih dikenal sebagai Ongkos total adalah penjumlahan antara ongkos total tetap dengan ongkos variabel.

TC = TFC + TVC

4)      Average Fixed Cost (Ongkos Tetap Rata-rata)

Average Fixed Cost atau bisa juga disebut ongkos tetap rata-rata adalah ongkos tetap yang dibebankan kepada setiap unit output.

AFN = TFC = Q = TINGKAT OUTPUT Q

5)      Average Fixed Cost (Ongkos Variabel Rata-rata)

Average Fixed Cost atau yang lebih dikenal sebagai ongkos variabel rata-rata ini adalah ongkos variabel yang dibebankan untuk setiap unit output.

AVC = TVC Q

6)      Average Total Cost (Ongkos Total Rata-rata)

Average Total Cost atau bisa juga disebut dengan ongkos total rata-rata adalah suatu ongkos produksi yang dibebankan untuk setiap unit output.

ATC = TC Q

7)      Marginal Cost (Ongkos Marginal)

Marginal Ongkos atau bisa juga disebut dengan ongkos marginal yaitu tambahan atau berkurangnya suatu ongkos total karena bertambahnya ataupun berkurangnya suatu unit output.

MC = TC = TVC Q Q

Kurva Ongkos

Kurva ongkos adalah kurva yang menunjukkan hubungan antara jumlah ongkos produksi dengan tingkat output yang dihasilkan.

Gambar 1. Kurva Ongkos Produksi Jangka Panjang

 

Gambar 2. KurvaBiaya Total

Gambar 3. Kurva Ongkos Variabel Rata-Rata

Gambar 4. Long Run Average Cost Curve

Gambar 5. Kemungkinan Kapasitas Produksi

Penerimaan (Revenue)
Penerimaan atau Revenue adalah semua penerimaan produsen dari hasil penjualan barang atau outputnya. Macam-macam revenue sebagai berikut :

• Total Revenue (TR) adalah penerimaan total dari hasil penjualan output.
TR = P.Q dimana : P=Price / harga
Q= Quantity / Jumlah barang

• Average Revenue (AR) adalah penerimaan per unit dari penjualan output.
AR = TR / Q = P.Q / Q = P Jadi AR = P

• Marginal Revenue (MR) adalah kenaikan atau penurunan penerimaan sebagai akibat dari penambahan atau pengurangan satu unit output.
MR = ∆TR / ∆Q

Bentuk-bentuk kurva TR, MR, AR tergantung dari jenis pasarnya sebagai berikut :

• Pasar Persaingan Sempurna
Dalam pasar ini harga ditentukan oleh pasar.
Sifat-sifat dari konsep revenue sebagai berikut :

• Total Revenue naik pada saat Eh dari kurva permintaan (AR) lebih dari 1 yang berarti penurunan harga 1 %, berakibat kenaikan permintaan lebih dari 1 %.

• Total Revenue maksimum pada Eh = 1.

• Total Revenue turun pada saat Eh < 1 yang berarti penurunan harga 1 % berakibat kenaikan permintaan kurang dari 1 %.

Keuntungan Maximum

Didalam memproduksi suatu barang, ada dua hal yang menjadi fokus utama dari seorang pengusaha dalam rangka mendapatkan keuntungan yang maksimum, yaitu ongkos (cost) dan penerimaan (Revenue).
Terdapat tiga pendekatan perhitungan pendapatan maksimum, yaitu :

1.Total penerimaan (Total revenue : TR),
yaitu total penerimaan dari hasil penjualan. Pada pasar persaingan sempurna, TR merupakan garis lurus dari titik origin, karena harga yang terjadi dipasar bagi mereka merupakan suatu yang datum (tidak bisa dipengaruhi), maka penerimaan mereka naik sebanding (Proporsional) dengan jumlah barang yang dijual. Pada pasar persaingan tidak sempurna, TR merupakan garis melengkung dari titik origin, karena masing perusahaan dapat menentukan sendiri harga barang yang dijualnya,
dimana mula-mula TR naik sangat cepat, (akibat pengaruh monopoli) kemudian pada titik tertentu mulai menurun (akibat pengaruh persaingan dan substansi).

2.Penerimaan rata-rata (Avarage Total revenue: AR),
yaitu rata-rata penerimaan dari per kesatuan produk yang dijual atau yang dihasilkan, yang diperoleh dengan jalan membagi hasil total penerimaan dengan jumlah satuan barang yang dijual.

3.Penerimaan Marginal (Marginal Revenue : MR)
yaitu penambahan penerimaan atas TR sebagai akibat penambahan satu unit output. Dalam pasar persaingan sempurna MR ini adalah konstan dan sama dengan harga (P), dan berimpit dengan kurva AR atau kurva permintaan, bentuk kurvanya horizontal. Dalam pasar persaingan tidak sempurna MR, menurun dari kiri atas kekanan bawah dan nilainya dapat berupa :
1. Positif;
2. Sama dengan nol;
3. Negatif.

http://fcaesaraviandi.blogspot.co.id/2015/06/teori-tentang-produsen-dan-fungsi.html

http://shineonline28.blogspot.co.id/2015/10/produsen-dan-fungsi-produksi.html

BAB 1: Permintaan & Penawaran

Pengertian Permintaan

Yaitu sejumlah barang atau jasa yang dibutuhkan masyarakat sebagai konsumen yang akan dibeli atau diminta pada tingkatan harga tertentu dalam waktu tertentu.

Permintaan berhubungan erat dengan pemakaian dan pembelian.

 

Pengertian penawaran

Yaitu sejumlah barang atau jasa hasil produksi yang ditawarkan kepada konsumen dipasar pada tingkatan harga tertentu dalam waktu tertentu.

Penawaran berhubungan erat dengan penyediaan dan penjualan.

Contoh permintaan dan penawaran yang dapat kita lihat dalam kehidupan sehari – hari yaitu dapat dilihat dalam aktifitas yang ada di suatu pasar. Yang bertindak sebagai permintaan adalah pembel sedangkan penjual sebagai penawaran.

 

Hukum permintaan

“ Permintaan akan bertambah apabila harga turun dan akan berkurang apa bila harga naik”.

Dalam hukum permintaan jumlah barang yang diminta akan berbanding terbalik dengan tingkat harga barang. Kenaikan harga barang akan menyebabkan berkurangnya jumlah barang yang diminta, hal ini dikarenakan: naiknya harga menyebabkan turunnya daya beli konsumen dan akan berakibat berkurangnya jumlah permintaan naiknya harga barang akan menyebabkan konsumen mencari barang pengganti yang harganya lebih murah.

Hukum penawaran

“Bila tingkat harga mengalami kenaikan maka jumlah barang yang ditawarkan akan naik, dan bila tingkat harga turun maka jumlah barang yang ditawarkan turun”.

Dalam hukum penawaran jumlah barang yang ditawarkan akan berbanding lurus dengan tingkat harga, di hukum penawaran hanya menunjukkan hubungan searah antara jumlah barang yang ditawarkan dengan tingkat harga.

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Permintaan (Demand)

  1. Konsumen / selera konsumen

Seiring berjalannya waktu para konsumen menbeli suatu barang yang dianggap nya sangat trend pada masa nya seperti balckberry. Tapi seiringnya berkembangnya tekhnologi para konsumen berpindah ke android ataupun ios.

  1. Pendapatan / penhasilan konsumen

Seseorang yang memiliki gaji besar atau uang banyak dia dapat membeli barang yang diinginkan nya banyak sedangkan orang yang memilijki gaji kecil atau tidak mempunyai uang akan mengirit pembelian suatu barang.

  1. Ketersedian dan harga barang sejenis pengganti dan pelengkap
  2. Jika ada produk pesaing sejenis di pasar dengan harga yang murah maka konsumen akan ada yang beralih ke produk yang lebih murah sehingga terjadi penurunan permintaan, akhirnya penawaran pun dikurangi.
  3. Perkiraan harga dimasa depan

Contohnya seperti bbm,sebelum harganya naik orang – orang akan menimbun atau membeli bbm ketika harganya masih rendah.

  1. Banyaknya/ intensitas kebutuhkan konsumen

Contohnya dapat kita lihat di bulan ramadhan permintaan sirup, es belewah, kurma, kue dan lain lainnya akan sangat tinggi dibandingkan bulan lainnya.

 

Perilaku Konsumen

Masing – nasing konsumen memiliki kebutuhan dan perilaku yang berbeda dalam mencukupi kebutuhannya. Namun dalam perbedaan tersebut, konsumen memiliki persamaan untuk saling memenuhi kepuasannya dalam mengkonsumsi suatu barang. Ada 2 macam pendekatan didalam teori perilaku konsumen yaitu Pendekatan Kardinal dan Pendekatan Ordinal.

 

Pendekatan kardinal

Biasa disebut juga sebagai marginal utility. Pendekatan ini berdasarkan pada tingkat kepuasan yang diperoleh konsumen dari suatu barang yang dapat diukur dengan satua tertentu yang disebut dengan uang, jumlah atau buah. Semakin besar jumlah barang yang dikonsumsi, semakin besar pula tingkat kepuasan konsumen. Tingkat kepuasan kjonsumen terdiri dari 2 konsep yaitu kepuasan total dan kepuasan tambahan.

Pendekatan ordinal

Pendekatan ini memiliki kelemahan karena bersifat subjektif dalam penentuan nilai guna total dan marjinal

 

Persamaan kardinal dan ordinal:

Keduanya sama – sama menjelaskan tindakan komsumen dalam mengkonsumsi barang yang harganya tertentu dengan pendapatan konsumen yang tertentu pula agar mencapai tujuannya.

 

Perbedaan kardinal dan ordinal:

Alanalis kardinal menggunakan alat analisis yang disebut marginal utility sedangkan ordinal menggunakan kurva kepuasan sama

 

Konsep elastisitas

 

Elastisitas adalah perbandingan perubahan proporsional dari sebuah variabel dengan perubahan variable lainnya. Konsep ini digunakan untuk meramalkan barang pa saja yang akan dinaikkan.

4 konsep elastisitas yang umumnya dipakai dakam teori ekonomi mikro:

 

  1. Elastisitas harga permintaan (Ed)

Digunakan untuk mengetahui besarnya perubahan jumlah barang yang diminta akibat adanya perubahan harga barang itu sendiri.

Macam-macam Elastisitas Permintaan :

 

E > 1 : Elastis

Terjadi jika perubahan permintaan lebih besar dari perubahan harga.

Contoh : barang mewah

 

E <> In Elastis

Terjadi jika perubahan harga kurang berpengaruh pada perubahan permintaan.

Contoh : permintaan beras

 

E = 1 : Unitary

Terjadi jika perubahan permintaan sebanding dengan perubahan harga.

Contoh : barang elektronik

 

E = 0 : In Elastis Sempurna

Terjadi bilamana perubahan harga yang terjadi tidak ada pengaruhnya terhadap jumlah permintaan.

Contoh : obat -obatan

 

E = ~ : Elastis Sempurna

Terjadi jika perubahan permintaan tidak berpengaruh sama sekali terhadap perubahan harga.

Contoh : bumbu dapur

 

Rumus untuk mernghitung besarnya elastisitas :Ed= ((Q2 – Q1)/ Q1) / ((P2 – P1)/P1)

Ed=(ΔQ/Q) / ( ΔP/P)

 

 

  1. Elastisitas harga penawaran (Ws)

Tingkat perubahan penawaran atas barang dan jasa yang diakibatkan karena adanya perubahan harga barang dan jasa tersebut.

Macam-macam Elastisitas Penawaran :

 

In Elastis Sempurna (E = 0)

Terjadi bilamana perubahan harga yang terjadi tidak ada pengaruhnya terhadap jumlah penawaran.

 

In Elastis (E < e =” 1)”> 1)

terjadi jika perubahan harga diikuti dengan jumlah penawaran yang lebih besar.

 

Elastis Sempurna (E = ~)

Terjadi jika perubahan penawaran tidak dipengaruhi sama sekali oleh perubahan harga, sehingga kurva penawaran akan sejajar dengan sumbu Q atau X pada umumnya

 

Rumus untuk mernghitung besarnya elastisitas :Es = ((Q2 – Q1) / ½ (Q2+Q1)) / ((P2 – P1) / ½ (P2 + P1))

Es = (∆Q / ½ (Q1+Q2)) / (∆P / ½ (P1+P2))

 

  1. Elastisitas silang (Ec)

Untuk mengukur besarnya kepekaan permintaan suatu barang jika harga barang lain yang berubah.

 

Rumus untuk menghitung besarnya elastisitas :Ec=(( QX2 – QX1 ) / ½ (QX1 + QX2)) / ((PY2 – PY1) / ½ (PY1 + PY2))

Ec= (∆ QX / ½ (QX1 + QX2)) / (∆ PY / ½ (PY1 + PY2))

 

  1. Elastisitas pendapatan (Ey)

Untuk mengukur perubahan jumlah barang yang diminta akibat dari adanya perubahan pendapatan

 

Rumus untuk menghitung besarnya elastisitas : Ey= ((Q2 – Q1) / ½ (Q1 + Q2)) / ((I2 – I1)/ ½ (I1+ I2))Ey= (∆ Q / ½ (Q1 + Q2)) / (∆ I / ½ (I1 +I2))

 

 

Penetuan harga keseimbangan

 

Harga keseimbangan adalah tinggi rendahnya tingkat harga yang terjadi atas kesepakatan antar produsen/penawaran yang bersedian melepas barang atau jasa dengan konsumen/ permintaan yang bersedia mebayar harganya. Dalam kurva harga keseimbangan terjadi titik temu antara kurva permintaan dan kurva penawaran, yang disebut Equilibrium Price.

 

Harga keseimbangan adalah harga dimana baik konsumen maupun produsen sama-sama tidak ingin menambah atau mengurangi jumlah yang dikonsumsi atau dijual. Permintaan sama dengan penawaran. Jika harga dibawah harga keseimbangan, terjadi kelebihan permintaan. Sebab permintaan akan meningkat, dan penawaran menjadi berkurang. Sebaliknya jika harga melebihi harga keseimbangan, terjadi kelebihan penawaran. Jumlah penawaran meningkat, jumlah permintaan menurun.

Proses terbentuknya harga pasar

Terbentuknya harga pasar dipengaruhi oleh faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan dan penawaran. Dengan bergesernya permintaan dan penawaran akan mengakibatkan bergesernya tingkat harga keseimbangan. Untuk mengetahui harga dan jumlah keseimbangan dapat dilakukan dengan cara tabel, cara matematis, dan cara kurva.

Pergeseran Titik Keseimbangan

akan mengalami pergeseran akibat dari naik turunnya akibat perubahan penawaran/permintaan.

  1. Pergeseran titik keseimbangan yang disebabkan bertambahnya jumlah permintaan.

Jika jumlah permintaan bertambah sedangkan jumlah penawaran tetap, maka ada kecenderungan harga akan naik. Misalnya pada harga Rp 1000 permintaan nya 40 unit,dan permintaannya naik maka harga nya naik menjadi Rp 1500.

 

  1. Pergeseran titik keseimbangan yang disebabkan berkurangnya jumlahpermintaan.

Jika jumlah permintan berkurang sedangkan jumlah penawaran tetap, maka harga akan turun. Misalnya harga Rp.30,00 jumlah permintaan 40 unit. Apabila jumlah permintaan turun menjadi 30 unit, maka harga akan turun menjadi Rp.20,00.

 

  1. Pergeseran titik keseimbangan yang disebabkan bertambahnya jumlah penawaran.

Jika jumlah penawaran bertambah sedangkan jumlah permintaan tetap, maka harga akan turun. Misalnya pada harga Rp.30,00 jumlah penawaran 40 unit. Jika jumlah penawaran berubah menjadi 20 unit, maka harga akan turun menjadi Rp.50,00.

 

  1. Pergeseran titik keseimbangan yang disebabkan berkurangnya jumlah
    penawaran.

Jika jumlah penawaran berkurang, sedangkan jumlah permintaan tetap, maka harga akan naik. Misalnya pada harga Rp.30,00 jumlah penawaran 40 unit. Jika jumlah penawaran berkurang menjadi 40 unit, maka harga akan naik menjadi Rp.30,00.

 

  1. Permintaan dan Penawaran Berubah Searah

Dipengaruhi oleh naiknya permintaan dan penawaran terhadap keseimbangan pasar . Misalkan, harga keseimbangan berada pada titik harga Rp 40,00 dan kuantitas 30 dan setelah terjadi perubahan permintaan dan penawaran yang searah maka titik keseimbangan berubah menjadi Rp 43,00 dan kuantitas 59.

 

  1. Permintaan dan Penawaran Berubah Tidak Searah

Dipengaruhi oleh naiknya permintaan dan penurunan penawaran terhadap keseimbangan pasar. Misalkan, harga keseimbangan berada pada titik harga Rp 40,00 dan kuantitas 30. Kemudian terjadi perubahan sehingga titik keseimbangannya berubah menjadi P Rp 60,00 dan Q 25.

 

Referensi :

http://ri2-aff.blogspot.co.id/2010/02/pengertian-permintaan-dan-penawaran.html

http://anesiarnoldi.blogspot.co.id/2013/03/pendekatan-perilaku-konsumen.html

http://nashchanarsyad.blogspot.co.id/2013/05/penentuan-harga-keseimbangan.html

Internet of things (IOT)

Internet of things (IOT) belakangan ini mulai ramai diperbincangkan namun masih banyak juga yang belum mengetahui apa IOT itu. Dan apa kegunaan dan hal-hal lain yang berkaitan dengan IOT? Sebetulnya saya juga belum terlalu paham dengan IOT tapi setelah membaca dari beberapa sumber dapat disimpulkan bahwa internet of things atau yang sering lebih disebut dengan IOT yaitu suatu objek yang ada disekitar kita saling menyatukan satu sama lain digunakan untuk komunikasi atau bertukar informasi dan saling berinteraksi yang tersambung melalui jaringan seperti internet.

Beberapa contoh yang termasuk kedalam internet of things yaitu seperti mesin ATM, smart city, dan masih banyak lagi.

Dapat kita temukan berbagai manfaat yang didapatkan dari internet of things tersebut yaitu pekerjaan lebih mudah,cepat dan efesien. Sebagai contohnya dengan dibuatnya aplikasi ojek online seperti gojek. Kita dapat lebih mudah mencari kendaraan umum melalu internet tanpa perlu keluar rumah. Lebih cepat dan efesien karena tidak perlu lagi naik angkot atau transjakarta dan terjebak macet.

Dibalik ini semua,ada keuntungan dan keburukan dari internet of things. Keuntungan nya yaitu salah satu nya adalah kita diberi kemudahan dalam segalanya. Keburukan nya yaitu kita bisa menjadi malas-malasan karena sudah di manjakan dengan hal seperti ini. selain itu juga dampak nya terkena radiasi karena terlalu banyak menggunakan handphone untuk aktivitas sehari-hari.

referensi : http://www.sofianhw.com/blog/2015/07/05/interview-tentang-internet-of-things-via-email/